Rabu, 03 Juni 2015

Bunga Kelelawar Hitam

     Nama latinnya Tacca chantrieri. Tanaman ini termasuk tanaman umbi-umbian karena ia menyimpan makanan di akarnya. Simpanan makanan seperti ini disebut umbi akar atau rimpang. Hidup di hutan belantara Cina, Thailand, dan Burma. Tanaman ini menyukai tempat yang sangat lembap, teduh, tanah yang kering, dan sirkulasi udara yang baik. Berkembang biak dengan rimpang atau biji.

     Di luar habitatnya, tanaman ini sulit dibudidayakan. Padahal saat ini, tanaman berbunga cantik ini termasuk tanaman yang terancam punah. Sayang, ya! Bunga kelelawar memiliki bagian yang bentuknya mirip daun atau kelopak. Bagian ini sepintas mirip sayap. Bunga ini juga memiliki sekumpulan tangkai sari yang panjang. Bagian ini terlihat seperti kumis binatang. Dari 2 ciri-ciri itulah bunga ini mendapat julukan bunga kelelawar.

     Lebar "sayap" bunga kelelawar bisa mencapai 35 cm. Panjang "kumis"nya bisa mencapai 1 meter. Wuih, besar, ya! Bunga tanaman ini berwarna ungu tua kehitam-hitaman. Namun ia punya saudara yang warna bunganya merah marun, tembaga, cokelat, atau hijau.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar