For all of you,
Dear Visitors
Writer : Audyva
Hai dunia! Perkenalkan, namaku Audyva Irefilevitasari Alifia, panggil saja
Audi, Dyva, Levi, atau Yaya. Ah, itu terserah kalian. Aku seorang mahasiswa
Universitas Brawijaya angkatan 2020.
Ya, di saat ini, di tahun aku menulis laman motivasi ini, mungkin saat-saat
ini ada sebagian dari kalian memiliki masalah kalian sering memandang dirimu
rendah, membenci dirimu, bahkan mengutuk dirimu. Na’udzubillah,
jangan. Apa alasanmu bersikap seperti itu? Apakah karena insecure melihat
seseorang jauh lebih di atasmu? Lingkunganmu yang kau pandang lebih sempurna
dari dirimu sendiri?
Lipatgandakanlah usahamu
Apakah kalian sudah bisa memahaminya? Ketika kau tidak menyayangi dirimu
sendiri karena terlahir di keluarga kurang mampu, jangan hanya merenung dan
dengan mudahnya mengutuk kehidupanmu begitu saja. Kamu perlu berusaha!
Bekerjalah dengan sungguh-sungguh hingga hidupmu menjadi mapan, bukan hanya
merutuk saja!
Jika gagal, ubahlah tujuan atau tingkatan cita-cita yang lebih mudah
Tidak sedikit individu-individu yang melakukan hal ini demi masa depan
cerahnya. Misalkan saja seorang anak yang sedari kecil berfisik kuat, pandai
bela diri, dan mental baja sehingga ia terus bermimpi dan memutuskan untuk
menjadi tentara saat dewasa. Namun, takdir berkata lain, di perjalanan hidupnya
ia terkena miopia sehingga harus memakai kacamata, sama saja jawabannya bahwa
ia tidak akan bisa menggapai cita-cita menjadi tentara lagi bukan? Tapi, jika
seorang anak itu putus asa dan menyalahkan diri sendiri karena kekurangan fisik
yang baru saja ia dapatkan, itu adalah pilihan terbodoh di hidupnya. Sungguh,
banyak jalan lain untuk menggapai cita-cita lain yang menutupi cita-cita gagal.
Ketika seorang anak itu tidak berkesempatan menjadi tentara, justru ia masih
bisa berkesempatan ikut lomba bela diri daerah, nasional, hingga mengharumkan
nama bangsa di kancah internasional apabila ia terus berusaha pantang menyerah.
Seperti itu perumpamaannya.
Menerima kenyataan
Dear friends, cobalah untuk menerima dirimu sendiri. Apabila kau merasa menyayangi
seseorang yang berharga bagimu, seperti keluarga, mengapa kamu malah tidak
pernah menempatkan kasih sayang terhadap dirimu sendiri? Jika kamu terus
menerus tidak menanamkan self-love, bukankah nanti kau sendiri
yang akan menderita? Kesehatan lahir dan batinmu akan terganggu, dan justru itu
malah membuat keluarga atau orang berharga bagimu khawatir padamu.
Bagaimana caranya kita self-love? Berdasarkan tema disini aku
mencoba menjelaskan tentang cara mencintai ‘FISIK’ diri sendiri. Sebenarnya,
banyak sekali bidang permasalahan akan self-love, namun umumnya
kita-kita generasi saat ini biasanya lebih menonjolkan pada fisik kita yang
salah satunya aku. Nah, pada kesempatan ini aku akan menggambarkan bagaimana
pribadi semacam diriku yang dulunya tidak pernah menyayangi diri sendiri hanya
karena fisik dan akhirnya mulai menerima dan menyayangi diri sendiri.
Contohkan saja seorang gadis lahir pada generasi Z, dimana generasi ini
biasanya selalu menyibukkan diri untuk mempercantik diri mereka. Namun, tidak
untuk gadis itu, hanya karena terlahir dengan wajah yang tidak cantik, ia
merasa minder, merasa tidak akan disukai lingkungan dan lawan jenis. Justru
pemikiran itu akan menimbulkan perilaku diri yang tidak disadari dapat
benar-benar membuat pemikiran negatif tersebut malah terwujudkan. Seharusnya,
seorang gadis itu perlu memiliki sikap kepercayaan diri, menampilkan segala
kelebihan lain yang dimilikinya, berusaha untuk berbaur dan hiduplah dengan
sifat-sifat kebajikan. Hasilnya? Masyarakat tentu akan terus mendukungmu, mengenalimu
dengan baik, lingkunganmu terus memberikan respon positif padamu dan selalu
memihakmu. Itulah mengapa, kita dalam kehidupan haruslah menanamkan sifat-sifat
positif, buanglah rasa kecenderungan negatif yang hanya memperburuk keadaanmu
saja.
Namun pun, masih ada jalan juga kalau kau ingin berusaha. Zaman sekarang
sudah maju, penciptaan produk yang bermacam-macam benar-benar membantu seluruh
manusia sekarang. Kalau ingin memperbaiki fisik, mudah saja dengan menggunakan
semisal skincare atau menyamarkannya dengan make up. Semua
itu sudah ada jalannya, tidak ada lah alasan kita untuk insecure.
Di samping itu lagi, coba berpikir. Kita semua orang Indonesia adalah
manusia yang beragama, dan tentunya kita tahu bahwa dunia ini tidaklah kekal,
kita hidup hanya sementara. Membenci diri sendiri hanya karena kekurangan fisik
sangatlah konyol, pikirkanlah sisi lain, apakah jikalau kau terlahir cantik,
rupamu akan penting untuk dibawa mati? Apakah di alam sesudah dunia nanti,
masih ada yang menyanjungmu? Tidak, kan?
Semua yang terjadi pada dirimu, tolonglah untuk diterima dan dipahami.
Masih baik kau bisa hidup dan bernapas, bisa merasakan bagaimana rasanya
menginjak dunia. Dan bisa merasakan hidupmu yang aman dan damai di zaman
milenial ini. Tidak menyayangi diri sendiri cuma karena kekurangan yang kau
dapatkan di kehidupanmu, hanyalah bentuk sifat serakahmu saja. Seharusnya
sebagai makhluk Tuhan, kita harus PANDAI-PANDAI BERSYUKUR atas apa yang
diberikan-Nya pada kita semua. Tuhan itu Maha Adil, dibalik kekurangan kita,
ada pula kelebihan kita. Dibalik kelebihan orang yang kita nilai, ada pula
kekurangannya yang tidak kita ketahui. Tidak semua makhluk itu sempurna! Kita
semua diuji oleh Tuhan dalam keadaan yang berbeda-beda.
Toh lagipula, bukannya kalau selalu beramal baik hingga masuk surga, kita
semua nanti akan terlahir kembali menjadi sempurna?
Sincerly,
Audyva
Maaf apabila ada salah kata^^
Prodi Teknik Informatika Universitas Brawijaya
Cluster 55

Tidak ada komentar:
Posting Komentar